Hit enter after type your search item

Cara Merawat Produk Handmade Kulit

/
/

Kulit merupakan salah satu bahan produk handmade yang disukai banyak orang. Meskipun harganya biasanya mahal, tas ini umumnya jauh lebih kuat dan tahan lama jika dibandingkan dengan bahan biasa, sehingga harga yang dibayar juga setimpal, karena sekali membeli, kamu tidak perlu lagi membeli barang penggantinya dalam waktu lama. Selain itu, produk handmade juga memberikan kesan vintage dan elegan ke pemakainya.
Tapi, meskipun lebih kuat dan tahan lama, bukan berarti kamu sama sekali tidak perlu merawat produk handmade kulitmu. Jika kamu tidak merawat atau menjaganya dengan baik, produk yang kamu beli mahal itu bisa rusak lebih cepat dari semestinya. Untungnya, merawat produk handmade kulit agar kondisinya tetap bagus tidaklah sulit. Dengan mengikuti panduan di bawah ini, kamu bisa merawat produk handmade kulitmu dengan mudah dan hampir tanpa biaya.

Baca juga:

Sebelum mulai: baca instruksi dari produkmu!!

Sebelum kamu mulai membaca tips-tips di bawah, kamu harus membaca dan memahami semua instruksi, aturan, dan larangan khusus dari produkmu. Bisa saja metode atau bahan yang umumnya aman untuk bahan kulit biasa ternyata tidak aman untuk produk yang kamu punya. Jadi, agar kamu tidak menyesal karena melakukan kesalahan yang harusnya bisa dihindari, cari dan bacalah instruksinya.
Instruksi seperti ini biasanya tersedia di label merek produkmu paling tidak dalam bentuk simbol-simbol unik (seperti di atas). Ada juga yang mencantumkan instruksinya di kemasan atau lembaran khusus (jika memang ada). Tapi, untuk lebih amannya, ketika hendak membeli produk handmade kulit, cari tahu instruksi perawatannya di deskripsi produk (jika produknya dijual secara online), atau bertanya langsung ke penjualnya.

Cara menyimpan

Simpan di tempat dengan suhu ideal

Satu hal mendasar yang perlu kamu ketahui adalah, bahan kulit cukup sensitif terhadap cuaca. Jika kamu menyimpan produk handmade kulitmu dalam kondisi atau tempat yang lembab, bahan kulitnya akan menjadi lapuk dan juga berjamur. Jadi, simpan produknya di tempat kering. Jika produk handmade kulitmu basah, jangan langsung disimpan (pastinya). Keringkan dengan melapnya menggunakan kain kering yang basa, lalu tunggu kering secara alami atau menggunakan angin. Jangan mengeringkannya, atau bahkan menyimpannya di bawah sinar matahari langsung. Sinar matahari langsung atau lingkungan yang terlalu kering yang terlalu lama akan membuat bahan kulitnya terlihat pecah-pecah.

Simpan di tempat yang kering dan bersirkulasi udara

Tempat ideal untuk menyimpan produk handmade kulitmu adalah tempat yang tertutup seperti lemari atau kotak sepatunya. Selain tertutup, kedua tempat itu juga memiliki sirkulasi udara yang bagus sehingga bisa membantu bahan kulitnya tetap tahan lama. Lalu, untuk menjaga kelembaban serta melindungi produk handmade kulitmu dari serangan hama, letakkan silica gel di tempat kamu menyimpan sepatunya. Selain itu, jangan pernah meletakkan kapur barus, pewangi lemari, atau benda-benda lain yang baunya cukup tajam di tempat kamu menyimpan produk handmade kulitmu, atau bahkan di dekatnya. Menyimpannya di dekat benda yang berbau tajam akan membuat baunya menempel di bahan kulitnya dan susah hilang.

Simpan dengan menjaga bentuk aslinya

Hal kedua yang perlu kamu ketahui tentang bahan kulit adalah, meskipun memang kuat dan tahan lama, bahannya tetap bisa berubah bentuk tergantung cara kamu menggunakannya. Jadi, jika kamu punya tas handmade kulit yang selalu membawa beban yang berat, beberapa bagiannya pasti sedikit berubah karena menyesuaikan dengan berat dan bentuk benda yang selalu kamu isi di dalamnya. Inilah salah satu alasan mengapa produk handmade kulit sangat disukai, karena seiring waktu dan penggunaan, bentuknya seolah mencerminkan identitas (cara penggunaan) pemilik/pemakainya.
Nah, aturan yang sama juga berlaku ketika kamu menyimpannya. Jangan menyimpan produk handmade kulitmu dalam kondisi tertimpa atau terjepit dengan benda lain. Jika tersimpan dalam kondisi itu terlalu lama, produkmu tentu akan berubah ke bentuk yang tidak kamu inginkan, dan kamu tentu tidak mau sepatu kulitmu terlihat sedikit lebih gepeng bahkan ketika kamu pakai.
Untuk mencegah hal seperti itu terjadi, hal pertama yang harus dilakukan tentu jangan sampai produk handmade kulitmu tertimpa atau terjepit benda lain. Selain itu, untuk sepatu, isi sepatunya dengan gumpalan kertas yang tidak berbau tajam. Atau, jika kamu punya, kamu bisa menggunakan shoes tree untuk menjaga bentuk sepatumu sekaligus membuat bagian dalam sepatunya berbau kayu yang alami.
Untuk jaket atau pakaian lain yang berbahan kulit, kamu perlu memperlakukannya seperti jas. Jangan dilipat, dan simpan di dalam lemari menggunakan hanger. Bahan kulit yang terlipat terlalu lama akan membuat bekas lipatannya berbekas. Terakhir, untuk tas, isi dengan benda yang menjaga yang sesuai dengan ukuran/volume isi tas tersebut.

Cara membersihkan

Jika terkena noda, bersihkan segera!

Membersihkan produk handmade kulit sebenarnya tidak sulit, begitu juga dengan mengangkat nodanya. Tapi, sekali kamu bisa melihat ada noda, bersihkan permukaan bahan kulitnya sesegera mungkin. Jika kamu mendiamkan noda tersebut terlalu lama, noda tersebut akan membekas dan membuat warna bahan kulitnya berubah. Jika kamu melihat ada noda, lap bagian yang terkena noda tersebut dengan kain lembut yang basah sampai hilang. Lalu, keringkan dengan lap yang lembut dan kering. Terakhir, jika perlu, keringkan dengan mendiamkannya (ingat, jangan keringkan di bawah sinar matahari langsung).

Cuci dengan bahan, alat, dan metode yang lembut

Untuk mencucinya, well, kamu hanya perlu ingat satu aturan: jangan pernah mencucinya seperti mencuci pakaian atau produk biasa. Artinya, jangan menggunakan mesin cuci, jangan dikucek, jangan menggunakan sikat, dan jangan menggunakan deterjen biasa. Jika kamu ingin mencuci produk handmade kulitmu, gunakan bahan-bahan yang lembut seperti deterjen untuk pakaian halus, sabun cuci piring, atau shampo bayi, lalu ikuti langkah-langkah ini:

  • Campur cairan pembersihnya dengan air dengan perbandingan deterjen/sabun berbanding airnya 1:8. Kamu tidak perlu menggunakan terlalu banyak.
  • Basahi kain yang lembut dengan campuran itu, lalu lap produk handmade kulitmu mengikuti arah serat kulitnya.
  • Setelah itu, angkat sisa sabun dan air pada permukaan bahan kulitnya menggunakan lap kering yang lembut.
  • Keringkan secara alami atau menggunakan udara/angin (ingat, jangan dikeringkan di bawah sinar matahari).

Tips dan trik lain

Gunakan semprotan anti air

Sumber: Urban Outfitters
Selain merawatnya dengan cara yang tepat, kamu juga bisa melakukan beberapa langkah ekstra untuk membuat produk handmade kulitmu tetap awet dan terlihat seperti baru. Salah satu caranya adalah menyemprotkan bahan kulitnya dengan semprotan anti air. Dengan semprotan anti air, bahan kulit produkmu akan terlindungi dari noda atau bercak-bercak air, sehingga secara tidak langsung menjaga kondisinya. Pilihan yang paling bagus untuk semprot anti air ini adalah yang berbahan silikon polimer atau akrilik polimer. Untuk menggunakannya, cukup semprotkan dengan jarak yang tepat agar cairannya tersebar dengan baik.

Gunakan bahan-bahan alami

Sumber: Wright and Rede
Selain itu, untuk membuat kulitnya tetap terlihat lembut, mengkilap, dan seperti baru dengan cairan-cairan khusus bahan kulit. Atau, jika kamu tidak punya biaya, kamu bisa menggunakan bahan alami seperti minyak kelapa atau minyak zaitun. Caranya, cukup tuangkan sedikit minyaknya ke kain lembut yang bersih, lalu lap di seluruh permukaan produk handmade kulitmu.


Sumber gambar atas: Rag Hunter

  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Pinterest
This div height required for enabling the sticky sidebar