Ad Clicks :Ad Views :

7 Alat Musik Tradisional Bali Lengkap & Disukai Turis

/
/
257 Views

Bali selalu identik dengan pantai, nuansa Hindu, dan budaya mistisnya yang kental. Selain itu, dareah berjuluk pulau dewata ini juga memiliki beragam alat musik bali bertajuk tradisional asli nan langka.

Banyak turis lokal maupun mancanegara sengaja datang ke Bali untuk berburu instrumen tradisional ini. Kebanyakan dari mereka membeli alat musik tersebut sebagai cinderamata.

Berikut ini beberapa contoh alat music tradisional Bali dengan berbagai keunikannya masing-masing:

1. Alat Musik Bali – Gerantang

alat musik bali gerantang

Gerantang terbuat dari bambu. Instrumen ini terdiri atas beberapa potongan bambu yang disusun berderet dan dimainkan dengan menggunakan 2 alat pemukul khusus, mirip seperti gambang (alat musik dari Jawa). Gerantang cukup sering digunakan dalam pementasan gamelan atau pertunjukan angklung. Di daerah Jawa barat, instrumen seperti ini disebut calung.

Selain itu, instrumen gerantang juga digunakan dalam pentas seni Cupak Gerantang. Sebuah kesenian yang menceritakan dua tokoh kakak beradik bernama Cupak dan Gerantang. Cupak mencerminkan sifat buruk manusia, sedangkan Gerantang sebaliknya.

Detail Spesifikasi gerantang

Panjang bambu untuk membuat gerantang sekitar satu sampai tiga ruas (kira-kira 45 cm hingga 95 cm). Terdapat lubang di sekitar seperempat bagian bambu untuk menghasilkan suara. Panjang bungbung gerantang berkisar antara satu ruas sampai dengan tiga ruas, atau antara 45 cm sampai 95 cm dari nada tertinggi hingga terendah.

2. Alat Musik Bali – Rindik

Alat musik bali rindik

Satu lagi instrumen tradisional Bali yang bisa ditemui ketika berkunjung ke pulau dewata, yaitu rindik. Rindik terbuat dari bambu bernada selendro dan dimainkan dengan cara dipukul. Instrumen ini biasanya dimainkan oleh grup (sekitar 3 – 5 orang). Dua orang memainkan rindik sedangkan sisanya mengiringi dengan alat musik lain.

Terdapat keunikan tersendiri dari sejarah rindik. Pada awalnya, angklung di Bali tidak dibentuk sedemikian rupa. Namun instrumen tersebut bisa menghasilkan suara dengan cara dipukul layaknya gamelan dari logam. Kemudian angklung ini berubah nama menjadi rindik. Menurut bahasa Jawa kuno, rindik berarti ditata rapi dengan celah sedikit.

Rindik juga sering digunakan sebagai musik pengiring hiburan rakyat “Joget Bumbung”. Selain sebagai instrumen pengiring, rindik juga bisa digunakan sebagai pelengkap dalam acara pernikahan atau penyambut tamu.

3. Alat Musik Bali – Ceng-Ceng

alat musik bali ceng ceng

Alat musik ceng-ceng merupakan elemen penting dalam perangkat gamelan Bali. Ceng-ceng terbuat dari bahan dasar logam (umumnya tembaga) mirip seperti simbal dan dihias menggunakan benang berumbai-rumbai. Ceng-ceng teridi atas 6 buah logam bundar di bagian bawah dan 2 buah logam bundar di bagian atas. Tali pada bagian atas ceng-ceng berfungsi sebagai alat pegangan.

Ceng-ceng dimainkan dengan cara dipukulkan satu sama lain pada bagian lingkaran tembaganya. Pukulan tersebut akan menghasilkan suara “ceng-ceng-ceng” sesuai namanya. Semakin keras pukulan, semakin keras suara yang dihasilkan. Ceng-ceng biasa digunakan pada barungan gamelan, gong gede, semar pegulingan, barongan, gong gebyar, pelegongan, dan lain-lain.

Bukan tanpa alasan kenapa ceng-ceng digunakan untuk mengiringi berbagai jenis musik di pulau dewata. Instrumen tradisional satu ini mampu menimbulkan efek suara dinamis. Sehingga, mampu menambah kemeriahan musik yang dipentaskan.

4. Alat Musik Bali – Pereret

alat musik bali pereret

Pereret merupakan alat musik tradisional Bali kuno yang berbentuk seperti terompet. Banyak orang berburu instrumen antik ini untuk dijadikan koleksi. Pereret dimainkan dengan cara ditiup melalui lubang pada bagian pangkal terompet. Alat musik pereret banyak dibuat di daerah Jembrana, Bali.

Pereret sering digunakan oleh masyarakat setempat dalam pentas seni budaya bernama Sewo Gati. Kesenian ini mirip dengan kesenian Arja, perbedaanya terdapat pada posisi penarinya yang hanya duduk. Masyarakat Bali masih memercayai nilai mistis pada pereret yang konon bisa digunakan untuk memikat hati wanita.

5. Alat Musik Bali Genggong

alat musik bali genggong

Genggong adalah salah satu instrumen musik getar yang mampu menghasilkan suara unik. Suara yang dihasilkan seperti suara seruling namun lebih nyaring jika didengarkan secara langsung. Bunyinya terdengar seperti suara katak di sawah. Genggong biasanya dimainkan dalam intro atau pengiring dalam sebuah pentas seni musik khas pulau dewata.

Detail Spesifikasi Genggong

Alat musik genggong terbuat dari pelepah pohon enau atau pugoug (dalam sebutan masyarakat setempat). Kayu yang digunakan haruslah cukup tua atau mengering di bagian batangnya sendiri. Kulit luarnya diiris berbentuk persegi panjang dengan ukuran sekitar 2 cm dan lebar 20 cm. Bagian dalamnya yang lunak dibersihkan hingga tersisa bagian luar yang keras dan tebalnya sekitar 1/4 cm.

Palayah (bagian instrumen yang akan bergetar) terletak di tengah-tengah irisan dan berjarak 2 cm dari batas ujung, lebar palayah sekitar 1/2 cm. Ujung palayah biasanya diiris cukup tipis supaya getarannya maksimal. Tebalnya sekitar 10 mm. Pada ujung kanan irisan penampang dibuat sebuah lubang tempat tali benang berukuran kira-kira 5 cm.

Alat musik genggong dimainkan dengan cara menarik-narik tali benang tersebut ke sebelah kanan (agak ke depan). Rongga mulut hanya berfungsi sebagai resonator (tidak untuk meniup). Besar kecilnya pembukaan rongga mulut disesuaikan dengan tinggi rendahnya nada.

6. Alat Musik Gamelan Bali

alat musik bali gamelan

Menurut beberapa sumber sejarah, Gamelan Bali sudah ada sejak zaman dahulu di nusantara. Hal tersebut bisa dilihat dari Prasasti Bebetin, di mana prasasti ini menyebutkan bahwa gamelan sudah ada sejak tahun 896 masehi. Sekitar masa pemerintahan Raja Ugrasena di Bali. Namun pada masa itu gamelannya sedikit lebih sederhana daripada sekarang.

Alat musik Gamelan dikelompokan menjadi tiga:

  1. Gamelan tua (misal gambang, saron, selonding kayu, gong besi, gong luwang, selonding besi, angklung kelentang dan gender wayang).
  2. Gamelan madya (contohnya pengambuhan, semarpagulingan, pelegongan, bebarongan, joged pingitan, gong gangsa jongkok, babonangan, dan ringdik gandrung).
  3. Gamelan baru (seperti pengarjaan, gong kebyar, pejangeran, angklung bilah 7, joged bung-bung, dan gong suling).

7. Alat Musik Bali Gong

alat musik gong bali

Instrumen ini telah digunakan di Bali untuk waktu yang cukup lama dengan relevansi historis yang berasal dari abad ke-13 dan 14. Penggambaran gong di kuil-kuil Kerajaan Hindu Majapahit menunjukkan relevansi historis mereka dalam musik Bali.

Pelat logam melingkar ini berguna untuk menghasilkan suara pitch yang pasti. Instrumen perkusi ini juga dapat menghasilkan suara pitch yang tidak terbatas serta menawarkan sejumlah variasi tertentu dalam hal efek suara.

Musik Bali memiliki penggunaan gong yang luas, khususnya selama orkestra. Alat musik ini pada dasarnya bergetar di tengah, dan sedikit berbeda dengan lonceng dalam perilaku semacam ini. Dengan pelek yang dangkal atau dalam, atau kadang-kadang menonjol di bagian tengah, gong menghasilkan musik berkualitas yang diperlukan untuk orkestra.

8. Alat Musik Bali – Seruling

alat musik bali suling

Suling, atau yang secara internasional dikenal sebagai suling, hadir dalam berbagai ukuran, dari yang sangat kecil hingga sangat besar. Umumnya, semakin pendek (lebih kecil) Suling, semakin tinggi nada.

Suling Bali yang normal terbuat dari bambu dengan enam lubang. Berfungsi untuk memainkan instrumen dengan pola pernapasan siklik agar menghasilkan nada konstan, berkelanjutan tanpa gangguan. Hal ini dapat dicapai dengan bernapas melalui hidung dan pada saat yang bersamaan mendorong keluar melalui mulut menggunakan udara yang disimpan di pipi.

Gagal melakukan teknik pernapasan yang benar akan menghasilkan melodi yang rusak. Lubang pada Instrumen ini berjarak sama. Dengan menutup lubang yang berbeda, pemain dapat menghasilkan banyak nada.

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Linkedin
  • Pinterest
  • Reddit

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This div height required for enabling the sticky sidebar