Hit enter after type your search item

Sebelum Membeli Produk Kulit, Kenali Perbedaan Kulit Asli dan Sintetis

/
/

Produk handmade kulit adalah salah satu jenis produk handmade yang bagus, elegan, kuat, tahan lama, dan awet, tapi juga cukup mahal. Membeli produk handmade kulit biasanya adalah sebuah investasi jangka panjang, dan hal yang paling tidak ingin kamu inginkan terjadi dengan investasi ini adalah membeli produk palsu atau yang terbuat dari kulit sintetis. Bagaimana tidak, selain tidak mendapatkan barang yang diinginkan, biaya produksi (dan otomatis harga jual) sebuah produk dengan kulit sintetis jauh lebih murah dibandingkan produk yang sama dengan bahan kulit asli, dan kalau kamu salah membeli (atau ditipu), berarti kamu akan rugi besar.
Jadi, sebelum kamu memutuskan untuk membeli sebuah produk handmade kulit, baik itu tas kulit, jaket kulit, sepatu kulit, dan sebagainya, ada baiknya kamu memeriksa dulu apakah kulit yang digunakan untuk membuat produk tersebut kulit asli atau bukan dengan cara-cara di bawah ini.

Baca juga:

1. Lihat bahan kulitnya dari dekat

Kulit asli dan kulit sintetis biasa sebenarnya bisa dibedakan dengan kasat mata. Kulit asli punya tekstur yang tidak seragam dan konsisten. Ini tidak mengherankan karena kulit asli memang diambil dari kulit binatang. Jadi, bagian yang berkerut tersebut mungkin adalah kulit di bagian yang sering ditekuk seperti ketiak. Sebaliknya, tekstur pada kulit sintetis terlalu seragam di semua permukaannya.
Selain tekstur, pori-pori pada permukaan kulit asli juga tidak seragam. Pori-pori ini adalah tempat tumbuhnya rambut/bulu binatang tersebut sebelum kulitnya diubah menjadi produk handmade, dan pada binatang memang ada bagian yang tidak ditumbuhi rambut/bulu. Sebaliknya, pori-pori pada permukaan kulit sintetis biasanya monoton atau bahkan tidak ada sama sekali.
Bagian-bagian jahitan pada produk handmade juga bisa menjadi petunjuk untuk membedakan kulit asli dengan kulit sintetis. Karena bisa kembali ke bentuk semula ketika ditarik, lubang-lubang jahitan pada kulit asli cenderung tidak seragam dan terlihat menutup lubang jahitannya. Sebaliknya, lubang-lubang jahitan pada kulit sintetis bisa terlihat dengan jelas.
Terakhir, periksa juga bagian belakang dan pinggir bahan kulitnya. Karena berasal dari kulit binatang, bagian belakang dari kulit asli akan sedikit berambut, mirip dengan bahan suede, dan bagian pinggirnya akan terasa sedikit kasar. Sebaliknya, kulit sintetis bagian belakangnya biasanya terdiri dari kain atau plastik.

2. Sentuh dan pegang kulitnya

Ketika disentuh, kulit sintetis punya sensasi halus artifisial atau buatan. Sedangkan kulit asli punya sensasi antara halus atau kasar ketika disentuh. Tapi sensasi halusnya berbeda dari yang biasa kamu rasakan di kulit sintetis. Selain itu, sama dengan teksturnya yang tidak seragam, sensasi ketika menyentuh kulit asli juga tidak seragam di semua bagiannya. Dan tidak seperti kulit sintetis, memegang kulit asli akan memberikan kesan hangat, layaknya ketika kamu menyentuh kulit manusian biasa.
Selain itu, coba juga tekan, lipat, atau tarik kulitnya. Ketika ditekan dengan kuku atau ditarik, kulit asli akan kembali ke bentuk semula tanpa meninggalkan bekas, layaknya ketika kamu menekan atau menarik kulit manusia atau binatang. Sebaliknya, ketika kamu menekan, menarik, atau melipat kulit sintetis akan meninggalkan bekas pada permukaannya.
Terakhir, coba angkat produknya. Sebuah produk yang dibuat dengan kulit asli lebih berat daripada produk yang modelnya sama persis tapi dibuat dengan kulit sintetis.

3. Cium bau kulitnya

Bau dari kulit asli pasti berbeda dengan kulit sintetis. Kulit asli memiliki bau alami kulit. Meskipun dipelihara atau disamak dengan bahan lain seperti chrom, bau kulit alami dari kulit asli tetap ada. Sebaliknya, karena dibuat dari plastik dan bahan-bahan sintetis lainnya, kulit sintetis mengeluarkan bau-bau dari bahan kimia seperti plastik dan lem.

4. Basahi atau bakar kulitnya

Jika kamu masih belum bisa membedakan kuit asli dengan kulit sintetis dengan cara-cara di atas, atau jika kulit sintetis yang kamu bandingkan dibuat sedemikian rupa sampai sangat mirip dengan kulit asli, coba gosokkan sedikit air ke permukaan kulitnya. Kulit asli bisa menyerap air, jadi jika dibasahi, airnya akan meresap. Air pada permukaan kulit sintetis akan tetap berada di permukaan kulitnya jika dibasahi, dan harus dilap dengan kain kering agar hilang.
Cara yang terakhir, yang sebisa mungkin kamu hindari, adalah membakarnya. Kulit asli jauh lebih tahan panas daripada kulit sintetis. Dan ketika dipanaskan atau dibakar dalam waktu lama, permukaan kulit asli akan menghitam dan mengeluarkan bau tidak enak seperti bau kulit terbakar. Jika akhirnya terbakar sampai habis, kulit asli akan menyisakan abu. Sebaliknya, jika kamu memanaskan atau membakar kulit sintetis, kulitnya akan cepat terbakar dan mengeluarkan api dan akan terlihat serta memiliki bau seperti plastik yang dibakar. Hasil akhir pembakarannya juga sama seperti plastik, yaitu gumpalan hitam.

Baca juga:

Sebenarnya, daripada repot-repot berusaha membedakan kulit asli dan kulit sintetis, alangkah lebih mudahnya jika kamu menghindari toko atau penjual yang kurang terpercaya ketika ingin membeli produk handmade kulit. Sebaliknya, mulailah membeli produk handmade kulit dari pengrajin dan penjual yang memang hanya memproduksi produk handmade dari bahan kulit asli. Kami di juga menghadirkan penjual serta produk-produk handmade kulit asli ini, mulai dari , , , dan masih banyak lagi.

  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Pinterest
This div height required for enabling the sticky sidebar