Hit enter after type your search item

Mau Mengembangkan Toko Online-mu? Pelajari Pembelimu dengan Baik

/
/

Ketika kamu sudah memutuskan untuk menjadikannya sebuah usaha yang berkesinambungan atau bahkan sumber penghasilan utama, berjualan online, baik itu jasa, produk biasa, atau produk handmade, sudah bukan lagi sekedar hobi dan harus mulai ditangani dengan serius. Dan salah satu target yang paling umum dibuat tiap bulannya adalah bagaimana caranya agar produk yang kamu jual lebih laku sehingga menghasilkan lebih banyak keuntungan. Karena semakin banyak keuntungan yang dibuat, maka kamu bisa mengembangkan toko online-mu, baik itu membuat lini produk baru, menambah jumlah produksi, menambah pegawai, dan sebagainya.
Pertanyaannya, bagaimana caranya? Well, kamu tentu tidak bisa sekedar melakukan hal yang sama terus menerus dan berharap bisa mendapat peningkatan. Kamu harus bisa mempelajari apa yang terjadi di toko selama kamu berjualan. Dan dari apa yang kamu lihat dan pelajari, kamu bisa mencoba untuk melakukan penyesuaian agar bisa melakukan pelayanan yang lebih baik lagi. Dengan begitu, keuntunganmu bisa meningkat dan toko online-muakan berkembang dengan baik.
Selain bahan membuat rencana ke depannya, data ini juga bisa kamu gunakan sebagai bahan evaluasi jika kamu sudah punya dan menjalankan strategi tertentu sebelum mulai berjualan. Intinya, dengan mempelajari segala hal yang terjadi di tokomu, kamu bisa setidaknya berusaha untuk membuat toko dan brand-mu berkembang dengan lebih efektif dan lebih cepat.
Berikut adalah beberapa hal yang kamu bisa pelajari dari pembelimu yang harusnya bisa kamu peroleh di manapun kamu berjualan online.

Baca juga:

Kapan pembeli sering memesan?

Hal pertama yang bisa kamu pelajari dari kegiatan berjualan online-mu adalah kapan pembeli sering melakukan pemesanan? Data perilaku ini bisa dilihat berdasarkan basis harian, yang berarti tiap jam berapa saja pembeli paling banyak memesan. Atau basis mingguan, atau hari apa pembeli paling banyak memesan. Atau, yang lebih khusus lagi, apakah ada hari-hari tertentu dimana jumlah pembeli tiba-tiba membludak, misalnya di musim hari raya, atau masa-masa menjelang tahun ajaran baru.
Ada banyak manfaat yang bisa kamu peroleh dari mempelajari perilaku seperti ini. Dengan mengetahui kapan pesanan sering masuk tiap hari dan tiap minggunya, kamu bisa dengan mudah menentukan jam kerja efektifmu tiap hari dan tiap minggu. Dengan begitu, kamu bisa mengatur waktu dengan lebih baik dan punya kesempatan untuk mengerjakan hal produktif lain, terutama jika kamu menjual produk handmade dan merangkap sebagai pengrajinnya.
Lalu, jika kamu tahu di kesempatan khusus apa saja jumlah pembelimu meningkat, kamu bisa bersiap-siap dengan menambah stok produkmu jauh sebelum musim hari tersebut tiba. Dengan begitu kamu bisa memenuhi seluruh pesanan yang ada, dan bisa mendapat keuntungan semaksimal mungkin.
Oh, dan by the way, hal yang sama juga berlaku untuk kapan pembeli menghubungimu untuk bertanya tentang produk dan/atau tokomu. Pastikan kamu memang siap melayani di saat banyak dari mereka bertanya.

Siapa pembelimu?

Mempelajari siapa saja pembelimu juga merupakan hal yang penting. Beberapa hal yang bisa kamu pelajar dengan mudah antara lain apakah sebagian besar pembelimu wanita atau pria, dan di mana mereka rata-rata tinggal atau minta produk yang dipesan dikirim.
Dengan mengetahui jenis kelamin mayoritas pembelimu, kamu bisa tahu ke mana kamu harus melakukan promosi, bagaimana cara kamu mempresentasikan produk, produk baru seperti apa yang bisa kamu buat nantinya, dan sebagainya. Data ini akan menjadi lebih penting jika produk yang kamu jual bersifat unisex atau cocok untuk pria ataupun wanita.
Lalu, dengan mengetahui di mana lokasi mayoritas pembelimu, kamu bisa mulai melakukan riset kecil-kecilan mengenai lokasi tersebut. Apa yang terjadi di sana sehingga produkmu banyak dipesan di sana? Apakah ada tren tertentu? Atau ada alasan lain. Dari hasil riset itu, mungkin saja kamu mendapatkan informasi menarik yang bisa kamu manfaatkan untuk meningkatkan penjualanmu.

Apa yang mereka beli?

Data yang ini juga penting. Ada banyak hal yang bisa kamu pelajari. Misalnya, produk apa yang paling banyak dibeli? Dengan begitu kamu bisa tahu bahwa mayoritas pembeli suka dengan produkmu itu, dan kamu mungkin bisa mencoba untuk membuat produk baru dengan jenis yang sama, atau malah memfokuskan tokomu hanya menjual jenis produk itu saja (jika perbandingannya dengan jenis produk lain yang kamu jual benar-benar timpang).
Selain itu, data ini juga bisa dikaitkan dengan data pembelimu. Siapa saja yang mayoritas membeli produk A, dan siapa yang mayoritas membeli produk B? Atau kamu bisa membalik pertanyannya. Misalnya, kamu menemukan bahwa mayoritas pembeli wanita cenderung membeli scarf, sedangkan pembeli pria lebih sering membeli topi. Dengan begitu ketika melakukan promosi ke forum atau komunitas wanita, kamu tahu bahwa kamu hanya perlu fokus mempromosikan scarf saja. Selain itu, kamu juga bisa mempertimbangkan membuat scarf yang lebih feminim.

Apa kata mereka?

Penjual yang baik adalah penjual yang mau mendengarkan pendapat, kritik, dan saran dari pembeli dan calon pembeli. Ada banyak hal yang mungkin akan disarankan atau diminta oleh pembeli dan calon pembeli. Misalnya, banyak yang mengatakan bahwa mereka sedang mencari produk yang kamu jual, tapi dengan warna yang berbeda. Atau, mereka mencari yang ukurannya lebih kecil atau modelnya beda. Atau, kalau kamu menjual produk handmade, mereka mungkin mau produknya bisa dikustomisasi. Atau mungkin menggunakan bahan lain? Dan masih banyak lagi, dan saran yang bisa kamu terima tidak melulu ketika transaksi belum terjadi, tapi juga ketika transaksi sudah selesai dan produkmu sudah sampai di tempat pembeli. Siapa tahu mereka menyarankanmu untuk menggunakan bubble wrap tiap kali melakukan pengiriman karena.
Ada banyak tempat untuk melakukan ini. Di situs marketplace online pakarinfo misalnya, kamu bisa membaca komentar yang diberikan oleh pembeli. Jangankan itu, kamu bahkan bisa mempelajari sesuatu dari jumlah bintang yang kamu terima. Jika kamu terus menerus, atau bahkan sekali saja mendapat penilaian yang tidak memuaskan, berarti ada sesuatu yang bisa kamu perbaiki ketika berjualan, entah itu kualitas produk, pelayanan, pengiriman, dan sebagainya.

Apakah ada perilaku lain yang tidak biasa?

Jika kamu sudah mempelajari semua hal di atas dari tokomu, coba cari hal lain lagi yang mungkin tidak biasa. Misalnya kamu menjual produk handmade-mu di pakarinfo dan kamu menyediakan fitur kustomisasi ke calon pembeli. Adakah hal unik dan tidak biasa ketika pembeli meminta kustomisasi. Misalnya kamu menjual kalung nama custom. Tapi ketika memesan, pembeli ternyata meminta dibuatkan nama yang berbeda (bukan nama pemesan itu sendiri). Mungkin saja mereka memesan kalung buatanmu untuk dijadikan hadiah kepada seseorang. Akan lebih menarik lagi jika ternyata pembeli yang memesan sebagian pria dan mereka meminta kustomisasi nama seorang wanita. Ada kemungkinan produkmu dianggap cocok untuk dijadikan hadiah untuk pacar. Dari situ kamu mungkin bisa paling tidak menambahkan kalimat “cocok untuk hadiah si dia” di dalam deskripsi dan/atau judul produkmu.


Bagaimanapun, ketika kamu mulai berjualan, prakteknya mungkin tidak 100 persen sama dengan yang disebutkan di atas. Tapi, intinya, ketika kamu berjualan online dan ingin mengembangkan toko online-mu secara berkesinambungan, kamu harus mempelajari tingkah laku atau perilaku pembelimu dan menyesuaikan diri sebisa mungkin.

  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Pinterest
This div height required for enabling the sticky sidebar