Hit enter after type your search item

Review Alat Musik Bonang. Jenis, Pembuatan & Cara Memainkannya

/
/

Alat Musik Bonang adalah salah satu instrumen dalam gamelan Jawa atau Bali. Bonang juga termasuk instrumen melodi terkenal di Degung Gamelan Sunda. Instrumen ini dimainkan dengan cara dipukul bagian atasnya yang menonjol (biasa disebut pencu/penclon). Alat pemukulnya berupa tongkat berlapis disebut bindhi.

Fakta Menarik Alat Musik Tradisional Bonang

sunan bonang memakai gamelan bonang untuk menyebarkna islam

Sunan Bonang mendakwahkan islam menggunakan alat musik tradisional gamelan Bonang ini.

Dalam sebuah ansambel musik gamelan, instrument ini biasanya berfungsi sebagai pembawa melodi pokok. Bisa dibilang bahwa Bonang merupakan induk dari semua alat musik gamelan. Bahkan intro lagu Degung pun diawali menggunakan alat musik ini.

gambar pembuatan gamelan tradisional bonangBahan pembuatan kerajinan Bonang

Alat musik Bonang terdiri atas sekumpulan gong kecil yang sering disebut ceret atau pot. Ceret atau pot tersebut ditata rapi secara horizontal di atas senar dalam bingkai kayu (rancak). Umumnya berbentuk satu atau dua baris lebar. Setiap pot memiliki semacam item pusat, di mana item bernada rendah memiliki kepala datar, sedangkan yang bernada lebih tinggi bentuk kepalanya lebih melengkung (menonjol).

Masing-masing item memiliki nada berbeda sesuai dengan lagu yang dimainkan, sehingga terdapat perbedaan antara pelog dan slendro. Bonang umumnya terbuat dari perunggu, kuningan, atau kombinasi beberapa jenis logam. Pemukul dan cara memainkannya hampir mirip beberapa instrumen lain dalam gamelan, seperti kethuk, kempyang, atau kenong.

Fungsi Bagian-bagian Bonang

Ada dua bagian utama dari alat musik Bonang, yaitu Penclon dan Ancak. Penclon berfungsi sebagai sumber bunyi. Penclon bisa dibuat menggunakan bahan logam besi atau perunggu. Namun perunggu dinilai lebih baik dibandingkan bahan dasar lainnya.

Bagian lainnya yaitu Ancak. Bagian ini umumnya terbuat dari bahan kayu disertai benang-benang (senar). Ancak harus dibuat sebaik mungkin sehingga penclon-penclon tersebut dapat ditata dengan baik. Keseimbangan penataan penclon bisa memengaruhi kualitas nada yang dihasilkan oleh instrumen itu sendiri.
Adapun bagian-bagian dari gamelan Bonang, seperti:

  • Soko: yakni bagian yang memiliki peran sebagai penyangga waditra
  • Benang tali,:yaitu bagian yang berfungsi sebagai tali penyangga penclon
  • Papalayu:¬†ialah bagian depan dan belakang dari waditra
  • Pongpok:¬†merupakan ujung pangkal dari ancak
  • Palipid: berupa bilahan kayu yang terdapat di atas pongpok, juga berfungsi sebagai penghalang penclon

Jenis-jenis Alat Musik Bonang

Dalam gamelan Jawa Tengah ada tiga jenis Bonang yang umum digunakan, yaitu Barung, Panembung, dan Panerus. Berikut penjelasan selengkapnya:

gambar alat musik tradisional bonang harmonis

1. Bonang Barung

Barung memiliki nada satu oktaf di bawah Panerus. Secara umum mencakup dua oktaf, kurang lebih range nadanya sama dengan demung dan saron gabungan. Barung merupakan salah satu instrumen yang paling penting dalam ansambel gamelan, karena banyak memberikan isyarat untuk pemain lain dalam ansambel.

Barung memiliki ukuran sedang. Jenis ini biasa dimainkan untuk menentukan ketukan pembukaan atau sebagai patokan tempo. Selain itu Barung juga berfungsi sebagai patokan dinamika.

2. Bonang Panerus

Panerus adalah jenis alat musik Bonang bernada tertinggi. Ciri lain Panerus yakni menggunakan ketel (pot) terkecil. Umumnya mencakup dua oktaf dan terkadang lebih dalam slendro pada gamelan khas Solo. Jangkauan nadanya kurang lebih sama dengan gabungan antara saron dan peking. Panerus memainkan irama tercepat dibandingkan jenis lainnya. Kecepatan nadanya bahkan bisa mencapai dua kali kecepatan Barung.

Panerus berukuran lebih kecil dibandingkan dengan Barung. Panerus dimainkan setengah ketukan dari Barung. Apabila keduanya dimainkan secara bersama-sama akan membuat efek suara yang saling bersahutan. Notasi dari Panerus lebih tinggi 1 oktaf dari Barung namun jumlah kepingan instrumennya sama.

3. Bonang Panembung

Panembung memiliki ukuran lebih besar dari dua jenis sebelumnya. Akan tetapi, nadanya paling rendah. Jenis Panembung sering digunakan pada gamelan khas Yogyakarta. Luas jangkauan nadanya hampir sama seperti gabungan antara slenthem dan demung. Dalam gamelan khas Solo, Panembung biasanya hanya memiliki satu baris dari enam (slendro) atau tujuh ceret (pot).

Bagian yang dimainkan oleh Barung dan Panerus lebih kompleks dibandingkan instrumen gamelan lainnya. Melodi yang dimainkan biasanya berdasarkan balungan. Untuk memainkan pola yang lebih kompleks, melodi diperoleh dengan menggabungkan Barung dan Panerus. Bunyinya tersengar seperti saling silih berganti (bersahutan).

Teknik Cara memainkan alat musik Bonang

gambar memainkan alat musik bonang

Pada dasarnya, cara memainkan gamelan Bonang hampir sama dengan cara memainkan gong, yaitu dengan cara dipukul pada bagian yang menonjol. Bentuk dari instrument ini juga menyerupai gong berukuran mini. Bedanya, alat musik ini diletakkan secara vertikal. Terdapat beberapa teknik dalam permainan Bonang, di antaranya:

1. Teknik/cara dua nada dipukul bersamaan

Cara Memainkan atau Teknik ini memiliki dua jenis pukulan yaitu:

  • Teknik gembyang dilakukan dengan cara menabuh Bonang menggunakan kedua tangan pada dua nada yang sama secara bersamaan. Misalnya: nada 1 rendah dipukul bersamaan dengan nada 1 tinggi atau nada 2 tengah dipukul bersamaan dengan nada 2 tinggi.
  • Teknik kempyung dilakukan dengan cara menabuh alat musik Bonang menggunakan kedua tangan pada dua nada berbeda secara bersamaan.

2. Teknik/cara beberapa nada dipukul satu per satu (mipil)

Mipil berasal dari kata pipil (bahasa Jawa) yang berarti mengambil biji jagung satu per satu. Filosofi tersebut diimplementasikan pada teknik mipil (satu per satu). Mipil memiliki beragam jenis, di antaranya:

  • Mipil lombo. Pola mipil jenis ini digunakan pada Barung di irama I. Ketika Barung dipukul dengan teknik mipil lombo, maka Panerus dipukul menggunakan teknik mipil lados.
  • Mipil lados. Pola mipil jenis ini digunakan pada Barung di irama II. Ketika Barung dipukul dengan teknik mipil lados, maka Panerus dipukul menggunakan teknik mipil rangkep.

3. Teknik/cara imbal-imbalan

Imbal-imbalan merupakan pola pukul imbal dan dilakukan oleh sepasang alat musik bonang, yaitu Barung dan Panerus. Teknik ini biasanya digunakan ketika penabuh gendang menabuh Gendang ciblon.

  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Pinterest
This div height required for enabling the sticky sidebar